Kamis, 04 Oktober 2012

Jenis dan Penjelasan Partisi Linux


Biasanya dalam suatu device yang terpasang akan bernama /dev/hda1. Nomor 1 yang terdapat pada device tersebut menunjukkan partisinya. Nomor-nomor tersebut berhubungan dengan jenis partisi harddisk yang terdiri atas 3 macam, yaitu primary, extended, dan logical.
Partisi primary adalah partisi nomor 1 sampai 4 yang tidak dijadikan extended. Contohnya adalah /dev/hda1, /dev/hda2, /dev/hda3, dan /dev/hda4.
Partisi extended adalah partisi nomor 1 sampai 4 yang akan dijadikan logical. Anda tidak bisa menggunakan partisi extended sebelum dijadikan logical.
Partisi logical adalah partisi nomor 5 ke atas yang merupakan pengembangan dari partisi extended.

Minggu, 16 September 2012

Manajemen Bandwith pada Mikrotik

 Quality of Service (QoS) atau Kualitas Pelayanan pada Mikrotik Router OS berarti bahwa routerharus memprioritaskan dan membentuk lalu lintas jaringan. QoS tidak membatasi, namun ini lebih pada penyediaan kualitas. Berikut ini adalah beberapa fitur dari mekanisme Kontrol Bandwidth MikroTik RouterOS:
  1. Membatasi tingkat data untuk alamat-alamat IP tertentu, subnet, protokol, port.
  2. Memberikan prioritas pada beberapa arus paket.
  3. Menggunakan antrian untuk mempercepat akses internet.
  4. Menerapkan antrian pada interval-interval waktu yang pasti.
  5. Berbagi lalu lintas yang tersedia diantara para pengguna secara adil, atau tergantung pada muatan saluran.
Menu Manajemen Bandwidth pada Mikrotik
a) Menu Interface
Menu interface merupakan pintu gerbang trafik keluar atau masuk ke mikrotik. Secara default mikrotik hanya mengenali interface yang secar fisik memang ada. Kita dapat merubah nama interface tersebut dengan tujuan untuk memudahkan dalam mengindetifikasi fungsi.
b) Menu IP
Menu IP adalah menu utama dengan berbagai pilihan yang berhubungan dengan konfigurasi Internet Protocol. Dalam mengkonfigurasi manajemen bandwidth sub menu yang sering digunakan yaitu addresses, routes, firewall
  1. Sub Menu Address, Sub menu ini adalah bagian utama yang digunakan untuk membuat router bekerja. Mikrotik saat ini hanya mendukung ipv4 dengan subnet mask. Mikrotik dapat menggunakan alamat Ip secara static ataupun dynamic.
  2. Sub Menu Routes, Sub menu ini menampilkan kondisi tabel routing baik aktif maupun yang cadangan. Daftar routing ini bisa bersifat permanen (read only), statis, dan dynamic.
  3. Sub Menu Firewall, Sub Menu Firewall ini berisi konfigurasi packet filter dan fitur mengatur fungsi keamanan untuk mengatur arus data dari dan kerouter. Fungsi Network Address Translation juga merupakan tools yang termasuk digunakan untuk pembatasan access secara langsung dan melindungi traffic yang akan keluar dari router.
  4. Sub Menu DNS, Sub menu ini digunakan untuk mengurangi trafik DNS keinternet dan mempercepat waktu yang reselove dapat digunakan fungsi DNS cache. Mikrotik DNS cache dapat menggunakan dns server primary dan secondary.
c) Menu Tools
Menu ini berisi beberapa submenu tool yang digunakan untuk menguji jaringan maupun merekam kondisi suatu jaringan
  1. Sub Menu Packet Sniffer, Digunakan untuk melekukan ”sniff” paket yang sampai interface ke router dan menampilkan dengan menggunakansoftware yang tersedia.
  2. Sub Menu Torch, Realtime traffic monitoring (torch) digunakan untuk memonitor traffic yang melewati interface berdasarkan protocol, sumber, dan tujuan serta port. Torch menampilkan traffic protokol dan kecepatan saat diterima dan dikirim
d) Menu Queues
Quality of Service (QoS) berarti router harus melakukan prioritas dan mengatur traffik jaringan. QoS tidak hanya sebatas membatasi saja tetapi lebih bertujuan untuk menjaga kualitas. Untuk menjalankan QoS, Mikrotik mempunyai mekanisme mengatur bandwidth atara lain:
  1. Kecepatan proses transfer data berdasar alamat IP, subnet, protokol, port;
  2. Penggunaan burst untuk meningkatkan kecepatan internet access;
  3. Pembagian traffic secara merata untuk setiap pengguna.
Queuing digunakan saat trafik meninggalkan router menuju interfase fisik atau menuju ke interface virtual (global-in, global-out, dan global-total). Masing-masing virtual interface tersebut berfungsi sebagai berikut:
  1. Global–in merupakan informasi semua trafik yang diterima semua interfacerouter sebelum melelui paket filter. Global-in queuing dieksekusi setelah mangle dan dst-nat;
  2. Global-out merupakan informasi semua trafik yang keluar dari interfacerouter. Queue yang dipasang disini akan mengatur trafik sebelum meninggalkan router;
  3. Global-total merupakan informasi semua trafik yang keluar dan masuk interface router. Jika queuing dipasang maka akan membatasi total kecepatan pada kedua arah. QoS dapat beroperasi dengan cara drop paket, data tidak akan berpengaruh pada paket TCP karena setiap paket yang didrop akan dikirimkan ulang. Ada QoS untuk aplikasi jaringan: beberapa istilah yang menjelaskan;
  4. Queuing disipline (qdisc) merupakan algoritma yang digunakan untuk mengatur paket didalam queue dan membuang paket tersebut jika tidak ada tempat di dalam queue;
  5. CIR (Committed Information Rate) kecepatan access yang digaransi. Traffic yang tidak melewati nilai CIR akan selau dikirim;
  6. MIR (Maximal Information Rate) kecepatan alir data maksimum yang disediakan;
  7. Priority adalah urutan prioritas paket untuk diproses. Prioritas yang lebih tinggi diproses lebih dahulu;
  8. Contention Ratio merupakan rasio kecepatan data yang dibagi kepada pemakai Pengaturan queueing default bisa dilihat di /queue interface, sedang untuk virtual interface secara default tidak tersedia. Jika tidak ada pengaturan queue atau tidak ada kriteria yang terpenuhi maka paket yang melewati interface tersebut mendapatkan kecepatan dan prioritas yang tertinggi. Mikrotik mempunyai jenis pengaturan queueing berdasarkan pengaruh aliran paket;
  9. Scheduler adalah pengaturan queue cara ini menggunakan algoritma reschedul dan mendrop paket yang tidak muat didalam queue. Cara yang digunakan dalam mode ini adalah PFIFO, BFIFO, SFQ, PCQ, RED;
  10. Shaper merupakan pengaturan yang bertujuan membatasi kecepatan akses seperti PCQ dan HTB;

    Sumber : http://suardewiajha.blogspot.com

Sabtu, 18 Februari 2012

Cara Membuat Bootable Windows 7 USB Flashdisk Menggunakan Command Prompt

Cara ini sangat efisien apabila kita ingin menginstall Windows 7 pada netbook yang tidak memiliki perangkat optical disk. Sebagaimana yang kita ketahui, popularitas perangkat netbook akhir–akhir ini cukup tinggi. Hal ini diantaranya karena faktor bentuk daripada komputer mini ini yang praktis dan mudah dibawa kemana-mana. Bahkan setiap Vendor yang memproduksi Notebook atau Laptop kini sudah mulai memproduksi Netbook. Contohnya : Toshiba, Acer, MSI, Asus, Axioo, Advan, dan lain-lain.
Nah, adapun langkah-langkah membuat bootable usb ini sangat mudah. Tanpa menggunakan software bantuan. Kita cukup menggunakan aplikasi command prompt yang telah tersedia pada Windows.
Mudah banget, adapun yang kita perlukan untuk membuat USB Windows 7 ini diantaranya :
1. Image file (ISO, NRG) Windows 7 sebagai pengganti perangkat Discnya.
2. Software Daemon atau PowerIso sebagai pengganti Optical Drive kita
3. USB Flashdisk berkapasitas 4 GB
Langkah 1
Kita gunakan aplikasi daemon yang dapat kita download secara gratis, karena aplikasi ini adalah sebuah freeware yang digunakan sebagai Virtual CD ROM.
Klik kanan pada Icon daemon yang ada di Tray Icon, arahkan pada Virtual Device dan pilih mount image.

Minggu, 27 November 2011

5 PENGGUNAAN SLOT EXPANSION PCI

5 PENGGUNAAN SLOT EXPANSION PCI

1. LAN CARD
Perangkat Card internal dari D-Link ini biasa dipasang di PCI Slot PC yang menghubungkan ke jaringan lokal maupun global melalui media kabel UTP.

2. TV TUNNER
Fungsi tv tunner adalah menangkapsignal TV serta menayangkannya dilayar computer. TV Tuner Card berfungsi sebagai Video Capture. TV tuner card pun juga bisa menangkap siaran radio. 

3. VGA CARD
VGA PCI, vga card ini bisa digunakan dengan memasang pada slot vga, vga jenis ini sudah jarang sekali digunakan, karena keterbatasan fitur, ciri-cirinya adalah bagian slot-nya pada bagian depan terdapat coakan, dan jenis pin-nya lurus secara vertical.

Rabu, 05 Oktober 2011

PERANGKAT LUNAK APLIKASI

 
Perangkat lunak aplikasi merupakan perangkat lunak yang biasa digunakan oleh siapa saja untuk membantu pekerjaannya. Perangkat lunak aplikasi dapat dengan mudah di install di dalam komputer kita. Perangkat lunak aplikasi dapat dikelompokkan menjadi dua macam, yaitu :

Sabtu, 01 Oktober 2011

Cara Reset Password BIOS Laptop

Pada tutorial kali ini saya ingin memberikan tips untuk membobol password BIOS (Basic Input Output System) pada laptop, mungkin ada diantara kita yang lupa password BIOS laptopnya sehingga tidak bisa setting BIOS untuk melakukan Instal Windows (System Operasi Lainnya).


Mungkin ada banyak cara yang bisa kita gunakan untuk mereset password BIOS, berikut ini hanyalah cara sederhana untuk mereset password BIOS yang bisa anda coba tanpa perlu membongkar laptop:

Sabtu, 10 September 2011

Cara Menginstal Ubuntu 10.04 LTS LUCID


Ubuntu - Berikut ini adalah cara menginstal Ubuntu 10.04 untuk pemula atau bagi anda yang ingin mencoba mengenal lebih dekat dengan sistem operasi Linux yang dikembangkan oleh Canonical ini.

Apa yang perlu anda persiapkan?

jika anda benar-benar pemula dan belum pernah menginstal distro linux apapun sebelumnya, kami menyarankan agar anda menggunakan komputer dengan hardisk yang benar-benar kosong. Mengapa demikian?.. sebab kesalahan yang mungkin terjadi selama proses instalasi, terutama pada proses mempartisi harddisk, akan menyebabkan data atau file penting anda akan hilang dan tak dapat dikembalikan lagi. Disini kami mengasumsikan anda menggunakan sebuah harddisk kosong untuk menginstal Ubuntu 10.04;

Anda memerlukan sebuah CD Ubuntu 10.04 untuk memulai instalasi, jika belum ada, silahkan anda download Iso Image Ubuntu 10.04 melalui link yang kami sediakan pada artikel ini. Silahkan anda pilih yang sesuai dengan perangkat keras yang anda miliki. Setelah Ubuntu 10.04 selesai anda download, burninglah file iso tersebut dengan aplikasi pembakar CD seperti Nero, CDBurnerXP ataupun Roxio.

Masukkan CD kedalam CD/DVD-Rom dan restart komputer untuk melakukan booting dari CD. Tekan tombol F8, F11 atau tombol F12 (bergantung pada BIOS Anda) untuk memilih CD/DVD-ROM sebagai boot device yang akan dijalankan pertama kali.